31 October 2009

Selendang kasihmu


Hari ini berakhirlah segalanya
kerana aku tak mampu lagi
berpaut pada dedahan nan rapuh ini
dan terus menyembunyikan
luka hatiku
di sebalik selendang kasihmu.
Dalam tak rela hati memutuskan
untuk melepaskan selendang kasihmu
kerana aku tiada upaya lagi
menggenggam kasihmu
menyembunyikan lara
hati sendiri.

30 October 2009

Cemburu


cemburu?
akukah yang cemburu?
cemburu?
untuk apa aku cemburu?
cemburu?
atas hak apa aku cemburu?
tapi..aku cemburu
kerana kau masih bisa ketawa
ketika jiwaku resah...

29 October 2009

Aku masih di sini





Aku masih di sini
terkedu memikirkan dosa semalam
terkesima mengingatkan kejahilan diri
dan betapa aku terasa
kerdilnya aku di sisiNYA.
aku masih di sini
menghitung satu persatu
dosa yang dilakar sepanjang perjalanan
sedang tangan tak pernah lelah
menadah meminta tak pernah puas-puas.
aku masih di sini
bertafakur sendiri
mengintai entah bila
akan kulaksanakan semua
perjanjianku denganNYA
sebelum aku terus meminta-minta lagi.

26 October 2009

kuntuman rinduku untuknya.


Kesepian ini
adalah kuntum-kuntum rindu
subur di laman rinduku
tatkala kepergiannya.
kerinduan ini
adalah kuntum-kuntum kasih
mewangi di laman waktuku
tatkala kepergiannya.
keresahan ini
adalah kuntum-kuntum cinta
mekar menghiasi kamar hatiku
tatkala kepergiannya.


19 October 2009

Hatiku kau guris luka...


Saat Kepergianmu


Saat kepergianmu
maka tinggallah aku sendiri
menganyam lara di kaki senja
karam dalam bebuih ombak di lautan
melantun resah rindu bertalu
terdampar sepi di pinggiran waktu
sedih dan pilu mencipta arus semalu
riak-riak lara berlagu hiba
menguntum sengsara menunggu fajar
mengharap cahaya damai menjelma
namun resahku kian gelisah
entah fajar kan tiba atau tidak
dan aku pasrah sendiri
pada ketentuan
PENANTIAN ITU SATU PENYIKSAAN.

Cerita Duka





Sendirian di kaki senja
menganyam luka terpendam
tatkala tirai malam berlabuh
resah kian bertalu
melantun rindu semusim
menguntum cerita duka
kisah cinta berkalam dusta
lalu bergegar rimba cinta
tatkala suara tangis
memecah hening malam.
Lamunan terhenti
tatkala sang ratu malam
datang membisikkan
betapa masih ada yang sayang
betapa masih ada cinta sejati
sedang menanti di hujung jalan
itulah kasih ALLAH
yang tak pernah berkata dusta.